Pertemuan Dua Tokoh Sentral Perkuat Konsolidasi Nasional Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al_Hambalangi Wal_Khitoh Indonesia, Mayjen TNI (Prun) Hariyanto: Dorong Ekspansi dan Program Sosial Strategis
nurulwathon.com – Konsolidasi nasional berbasis spiritualitas kembali menguat melalui pertemuan strategis dua tokoh sentral Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia, yakni Mursyid ‘Am KH. Fathulloh Suyuti Thoha dan Pembina Mayjen TNI (Purn) Hariyanto, Kamis (2/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung khidmat di kediaman KH. Fathulloh Suyuti Thoha, Pengasuh Pondok Pesantren Mansy’aul Huda, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, menjadi momentum penting dalam memperkuat arah gerakan organisasi berbasis spiritual sekaligus merumuskan langkah strategis pengembangan dakwah di tingkat nasional.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, kedua tokoh menegaskan pentingnya menjadikan spiritualitas sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Nilai-nilai ukhuwah Islamiyah yang mengemuka dalam pertemuan tersebut mencerminkan kesatuan visi untuk menghadirkan gerakan dzikir yang tidak hanya memperkuat ruhani umat, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan moral dan persatuan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menekankan pentingnya memperkuat spiritualitas umat sebagai pondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa.
Menurutnya, gerakan dzikir harus mampu menjadi energi moral yang menuntun masyarakat menuju kehidupan yang harmonis, damai, dan berkeadaban.
“Spiritualitas umat adalah kekuatan besar bangsa. Ketika ruhani masyarakat kuat, maka persatuan akan kokoh dan pembangunan berjalan dengan nilai-nilai keberkahan,” tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan visi dakwah yang progresif, Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia optimistis mampu terus mengambil peran signifikan dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai spiritual masyarakat, serta mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan persatuan.”Ungkapnya.
Sementara itu, Mayjen TNI (Purn) Hariyanto menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta memperjelas arah ekspansi Jama’ah Dzikir Nurul Wathon ke seluruh wilayah Indonesia.
“Hari ini saya berkesempatan bersilaturahmi dengan Mbah Yai Suyuti Thoha di Banyuwangi. Banyak arahan strategis yang kami terima untuk pengembangan organisasi ke depan,” ungkapnya.
Salah satu agenda strategis yang mengemuka adalah rencana pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026 di Ibu Kota Negara (IKN). Momentum ini diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam memperluas jaringan organisasi sekaligus memperkuat peran Jama’ah Dzikir Nurul Wathon di kawasan strategis nasional.
Masih lanjud, Hariyanto menegaskan komitmen organisasi untuk mengembangkan majelis dzikir hingga ke tingkat provinsi, kota, dan kabupaten, khususnya di wilayah yang belum terbentuk. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat persatuan umat dan memperluas jangkauan dakwah yang inklusif dan adaptif.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan spiritual, Jama’ah Dzikir Nurul Wathon juga tengah merancang berbagai program sosial strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di antaranya adalah pengembangan sarana pendidikan guna mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Selain itu, organisasi ini juga berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan terhadap program-program pemerintah, termasuk penguatan koperasi dan pemenuhan gizi anak sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing.
Dalam konteks kebangsaan, Jama’ah Dzikir Nurul Wathon menegaskan dukungannya terhadap pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia yang adil, aman, dan sejahtera.
Menutup pernyataannya, Hariyanto berharap Jama’ah Dzikir Nurul Wathon dapat menjadi wadah pemersatu lintas elemen masyarakat, termasuk antarumat beragama, dalam menghadapi dinamika global. “Kami ingin menghadirkan ruang persatuan bagi seluruh elemen bangsa, demi terciptanya harmoni dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
Pertemuan ini menegaskan posisi Jama’ah Dzikir Nurul Wathon sebagai gerakan spiritual yang progresif—tidak hanya berorientasi pada pembinaan ruhani, tetapi juga aktif menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan kebangsaan secara komprehensif di tingkat nasional.
Source: selendangsutra.id
